Lompat ke konten utama
Masalah Menyusui

Masalah-Masalah dalam Menyusui dan Penatalaksanaannya

Penyebab dan penanganan puting lecet, bendungan ASI, mastitis, dan ASI tidak lancar.

Tim Lacta Care 20 Mei 2026 6 menit baca 1.357 kali dibaca
Ilustrasi materi: Masalah-Masalah dalam Menyusui dan Penatalaksanaannya

Proses menyusui tidak selalu berjalan lancar. Berbagai kendala dapat menghambat dan menyulitkan proses menyusui, terutama pada ibu primipara atau ibu dengan usia muda yang belum memiliki pengalaman menyusui sebelumnya (Septiani et al., 2023). Beberapa masalah menyusui yang sering ditemukan antara lain sebagai berikut.

Puting Susu Lecet

Puting susu lecet umumnya disebabkan oleh teknik menyusui dan perlekatan yang tidak tepat. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan, bahkan luka pada permukaan puting. Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet, di mana ibu dengan pengetahuan kurang baik lebih berisiko mengalami kondisi ini dibandingkan ibu dengan pengetahuan baik (p-value 0,000) (Manullang dkk., 2024). Penatalaksanaan puting lecet meliputi perbaikan posisi dan perlekatan menyusui, mengoleskan sedikit ASI pada puting sebelum dan sesudah menyusui, serta menjaga puting tetap kering di antara waktu menyusui.

Bendungan ASI (Breast Engorgement)

Bendungan ASI ditandai dengan payudara yang terasa panas, keras pada perabaan, nyeri, puting mendatar sehingga bayi sulit menyusu, serta pengeluaran ASI yang terhambat. Bendungan ASI umumnya disebabkan oleh pengosongan payudara yang tidak sempurna akibat frekuensi menyusui yang kurang, teknik menyusui yang tidak efektif, atau pembatasan waktu menyusui (Khaerunnisa, Saleha, & Inayah Sari, 2021). Jika tidak segera ditangani, bendungan ASI dapat berlanjut menjadi mastitis. Penatalaksanaan bendungan ASI meliputi menyusui lebih sering tanpa dijadwal, mengeluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lunak, kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui, pemijatan payudara, serta penggunaan bra yang menopang dengan baik.

Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang ditandai dengan payudara merah, bengkak, nyeri, disertai peningkatan suhu tubuh, umumnya terjadi pada satu hingga tiga minggu masa nifas akibat sumbatan saluran ASI yang berkelanjutan atau teknik menyusui yang tidak benar. Faktor risiko mastitis meliputi teknik menyusui yang salah, perawatan payudara yang kurang tepat, serta kondisi stres pada ibu menyusui (Puskesmas Munjul, 2024). Penatalaksanaan mastitis meliputi tetap menyusui atau mengeluarkan ASI secara teratur untuk mengosongkan payudara, kompres hangat, istirahat cukup, serta konsultasi ke tenaga kesehatan apabila disertai demam tinggi untuk mendapatkan terapi lebih lanjut.

ASI Kurang atau Tidak Lancar

Keluhan ASI yang dirasa kurang atau tidak lancar sering kali disebabkan oleh frekuensi menyusui yang tidak adekuat, teknik menyusui yang tidak efektif, kondisi psikologis ibu seperti stres dan kecemasan yang menghambat refleks oksitosin, maupun kurangnya asupan gizi dan cairan pada ibu. Penatalaksanaan meliputi peningkatan frekuensi dan durasi menyusui, perbaikan teknik perlekatan, pijat oksitosin dan pijat payudara untuk merangsang pengeluaran ASI, dukungan psikologis dari keluarga, serta pemenuhan kebutuhan gizi dan cairan ibu menyusui.

Butuh Bantuan Langsung?

Konsultasikan kendala menyusui Anda dengan konselor laktasi kami melalui WhatsApp.